Selasa, 05 Januari 2016

Waktu Tempuh Perjalanan



1.1              Latar Belakang Masalah
Kota Makassar merupakan kota yang sedang berkembang menuju kota metropolitan dengan luas wilayah 175,77 km2 dan jumlah penduduk ± 1,8 juta jiwa (google. Makassar Dalam Angka 2014 ), dan merupakan salah satu kota yang mempunyai aktifitas transportasi yang cukup tinggi karena merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yang berkembang menjadi pusat industri, perdagangan, jasa dan pendidikan di kawasan ini.
Keadaan ini tentu saja menuntut tersedianya pelayanan sarana angkutan, dan prasarana jalan, untuk mengakomodasi permintaan perjalanan dan mobilitas masyarakat yang semakin berkembang tersebut. (Aritma jaya, 2001).
Di kota Makassar mobilitas manusia untuk memenuhi aktifitasnya menjadi hal yang penting terutama jika tempat bekerja jauh dari tempat tinggal. Bruton (1975) dalam Warpani (1990) mengemukakan Manusia memiliki freedom of movement atau kebebasan untuk bergerak, dengan kebebasan ini manusia dapat memilih moda angkutan, melalui jalan mana, dan kapan dia mau melakukan perjalanan.
Kebebasan untuk memilih ini juga didukung oleh adanya option atau pilihan, semakin banyak pilihan yang dimiliki maka akan semakin bebas masyarakat  untuk bergerak. Jarak merupakan pertimbangan yang cukup penting dalam transportasi dan dalam pengambilan pilihan untuk bergerak. Untuk jarak yang sama belum tentu memiliki waktu tempuh yang sama karena adanya hambatan yang berbeda dalam menempuh jarak tersebut. Sebab terjadinya waktu tempuh dapat dilihat dari kenyataan bahwa lebih dari 90% perjalan berbasis tempat tinggal, artinya mereka memulai perjalanan dari tempat tinggal (rumah) dan  mengakhiri perjalanan kembali kerumah.
Fenomena yang terjadi di kota Makassar dalam permasalahan waktu tempuh dimana salah satu pemicu adalah kebanyakan pengguna kendaraan pribadi dibandingkan dengan angkutan umum, hal ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi di kota Makassar sangat pesat, sehingga masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi dibandingkan harus menggunakan transportasi umum. Disini sangat kelihatan hal ini yang memicu permasalahan waktu tempuh dimana terjadinya kemacetan yang menghambat.
Bertitik tolak dari permasalahan diatas maka kami melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk melihat waktu tempuh perjalanan menuju ke tempat aktifitas pekerjaan masing-masing pada waktu pagi hari ketika aktifitas untuk berangkat kerja, kemudian mencoba melihat keterkaitannya dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya.